25 Warga Palestina di Gaza Meninggal Kedinginan Sejak Awal Desember
Menurut sumber lokal, setidaknya 25 warga Palestina, termasuk enam anak-anak, telah meninggal di Jalur Gaza akibat kondisi cuaca buruk sejak awal Desembe (30/12).
Tim pertahanan sipil dan penyelamat mengatakan Gaza mengalami cuaca yang sangat buruk bulan ini, ditandai dengan curah hujan lebat, angin kencang, dan cuaca dingin ekstrem, yang belum pernah terjadi di wilayah tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.
Mereka mengatakan 18 bangunan tempat tinggal yang telah rusak akibat serangan udara israel sebelumnya runtuh sepenuhnya selama badai dan hujan. Sebanyak 110 bangunan lainnya mengalami kerusakan sebagian yang serius, yang mengancam nyawa ribuan penduduk yang tinggal di dalam atau di dekat bangunan tersebut.
Tim penyelamat juga melaporkan bahwa sekitar 90 persen tenda yang menampung keluarga pengungsi diterbangkan atau terendam banjir akibat hujan lebat dan angin kencang di berbagai bagian Jalur Gaza.
Akibatnya, ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal sementara mereka beserta sedikit barang-barang yang tersisa, termasuk pakaian, selimut, dan kasur, yang semakin memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Jalur Gaza.
Para pejabat setempat memperingatkan bahwa kondisi cuaca yang memburuk, dikombinasikan dengan kerusakan dan pengungsian yang meluas, terus menempatkan warga sipil dalam risiko besar, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang tinggal di bangunan yang rusak atau tempat penampungan sementara. (is/knrp)
