Berita Palestina

Ben Gvir kembali Nistai Masjid Al-Aqsha

Al-Quds – Menteri Keamanan penjajah israel ekstrimis Itamar Ben Gvir menyerbu Masjid Al-Aqsha, pada Rabu (2/4), dengan pengawalan ketat polisi penjajah israel, seperti yang dilansir oleh laman situs aa.com.tr.

Staff di Kementerian Wakaf Islam di Al-Quds mengatakan, pemukim ekstrimis haluan kanan penjajah israel Ben Gvir bersama dengan lebih dari 24 pemukim ilegal yahudi israel lainnya menyerbu Masjid Al-Aqsha.

Niat penyerbuan Ben Gvir ke Masjid Al-Aqsha ini diumukan beberapa hari sebelum hari raya paskah yahudi, yang dimulai pada 12 April nanti dan berlangsung selama 10 hari.

Ini adalah kali kelima Ben Gvir menyerbu Masjid Al-Aqsha, sejak dimulainya agresi penjajah israel ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 dan kali kedelapan sejak mulai menjabat menteri dalam kabinet Netanyahu pada akhir tahun 2022.

Ben Gvir terus menyerbu Masjid Al-Aqsha Meskipun kritikan datang dari negara arab, Islam maupun internasional. Penyerbuan ini dilakukan dengan persetujuan dari Perdana Menteri penjajah israel Benyamin Netanyahu,

Sebagian besar orang yahudi menahan diri untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha, sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan kepala rabbi yahudi di wilayah Palestina terjajah.

Menurut keputusan kepala rabbi yahudi tahun 1967, orang-orang yahudi dilarang memasuki kuil sulaiman (klaim sepihak mereka, terhadap Masjid Al-Aqsha), karena melanggar hukum kesucian selama lokasi kuil kedua belum ditentukan.

Para rabbi mengatakan, tidak boleh masuk ke Masjid Al-Aqsha dalam kondisi ini. Mereka mengklaim, orang-orang yahudi harus menunggu Al-Masih yang ditunggu-tunggu datang.

Namun, kelompok ekstrimis yahudi menyerukan pembangunan kuil di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha dan mendorong aksi-aksi penyerbuan pemukim ilegal yahudi israel, serta juga bersuara dengan nyaring agar orang-orang yahudi dapat melakukan ritualnya di dalam Masjid Al-Aqsha.

Polisi penjajah israel pada tahun 2003 secara sepihak mengizinkan kepada para ekstrimis pemukim ilegal yahudi israel, untuk menyerbu Masjid Al-Aqsha saat pagi hari dan setelah sholat dzuhur setiap harinya, kecuali hari Jum’at dan Sabtu.

Di sisi lain, otoritas penjajah israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap orang-orang Palestina dari Tepi Barat ke timur Al-Quds, sejak genosida penjajah israel dilakukan pada 7 Oktober 2023.

Orang-orang Palestina menganggap prosedural-prosedural ini sebagai bagian dari upaya penjajah israel untuk meyahudisasi timur Al-Quds, khususnya Masjid Al-Aqsha, serta menghapus identitas arab dan Islam di kawasan tersebut. (wm/knrp)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.