Diserang Imigran Ilegal Yahudi, 818 Warga Palestina Tinggalkan Rumah
PBB pada hari Rabu memperingatkan bahwa serangan dan pembongkaran oleh pemukim ilegal israel memaksa ratusan warga Palestina meninggalkan rumah mereka di Tepi Barat yang diduduki, dengan 818 penduduk mengungsi bulan ini, lapor Anadolu (28/1).
Dalam sebuah pernyataan, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan 688 warga Palestina mengungsi dari delapan komunitas akibat kekerasan pemukim, yang mencakup lebih dari 40% dari seluruh pengungsian yang terkait dengan pemukim pada tahun 2025.
OCHA melaporkan bahwa 130 warga Palestina lainnya mengungsi akibat pembongkaran, sehingga jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka menjadi 818.
Mencatat bahwa 100 penduduk yang tersisa dari komunitas Badui Ras Ein al’Auja di dekat Jericho terpaksa pergi setelah serangan dan ancaman berulang kali oleh pemukim ilegal israel, OCHA mengatakan, “Komunitas tersebut sekarang benar-benar kosong.”
Para pemukim ilegal juga merusak atau menghalangi akses ke lahan penggembalaan dan mencegah para penggembala menggunakan mata air di dekatnya, sementara pencurian ternak dan kerusakan properti juga telah merusak mata pencaharian, kata laporan itu.
“Sejak kemarin, pasukan israel dilaporkan telah menghancurkan puluhan bangunan milik Palestina” di daerah Kafr Aqab di Al-Quds Timur, kata OCHA. (is/knrp)
