israel Tolak Masuknya Tenaga Medis Asing ke Gaza Meski Ada Gencatan Senjata
israel telah menolak masuknya setidaknya empat tenaga kesehatan profesional Amerika dan puluhan tenaga medis asing lainnya untuk misi kemanusiaan di Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober, lapor Washington Post pada hari Senin (8/12).
Salah satu yang ditolak masuk adalah Feroze Sidhwa, seorang ahli bedah trauma Amerika yang berbasis di California, yang telah menyelesaikan dua misi di wilayah kantong yang terkepung tersebut, bekerja di rumah sakit untuk merawat warga Palestina yang terluka dalam kampanye militer genosida israel yang diluncurkan pada Oktober 2023.
Sidhwa, yang telah berbicara secara terbuka tentang apa yang dialaminya di Gaza, termasuk dalam kesaksiannya di Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei, mengatakan bahwa ia diberitahu hanya beberapa jam sebelum ia dijadwalkan berangkat ke Gaza dari Yordania bulan lalu bahwa namanya tidak ada dalam daftar orang asing yang disetujui israel untuk memasuki Gaza.
Ahli bedah trauma berusia 43 tahun itu mengatakan kepada Washington Post bahwa ia tidak tahu apakah kesaksian publiknya tentang serangan militer di Gaza memengaruhi keputusan israel karena tidak ada alasan yang diberikan untuk penyangkalan tersebut. Surat kabar itu mengatakan bahwa para pejabat israel tidak menanggapi permintaan komentar.
Gencatan senjata yang ditengahi AS “telah menjanjikan lonjakan bantuan kemanusiaan”, tulis surat kabar itu, “karena puluhan ribu warga Palestina masih menderita luka-luka yang mengubah hidup.” (is/knrp)
