KNRP Terima Kunjungan Sekolah Alam Indonesia, Perkuat Edukasi Palestina bagi Pendidik
Jakarta — Komnas Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menerima kunjungan Sekolah Alam Indonesia (SAI) dalam rangka kegiatan edukasi isu Palestina bagi para guru, Rabu (24/12/2025) di Graha KNRP, Ragunan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meluruskan sejarah Palestina serta meneguhkan kesadaran bahwa penderitaan rakyat Palestina adalah tanggung jawab umat Islam sedunia.
Kunjungan edukatif ini bertujuan memberikan pemahaman yang utuh kepada para guru mengenai isu Palestina, tidak hanya dari sisi kemanusiaan dan geopolitik, tetapi juga dalam dimensi akidah, sejarah, dan ukhuwah Islamiyah. Melalui kegiatan ini, para pendidik diharapkan mampu menyampaikan nilai-nilai kepedulian terhadap Palestina kepada peserta didik secara berkelanjutan.
Kunjungan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari KNRP diantaranya Ustadz Salman Al-Farisy, Ustadz Wadil Muqoddas, dan Ustadz Gigih Ginanjar. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh para guru dan fasilitator Sekolah Alam Indonesia dengan penuh antusias.
Acara dilaksanakan secara tatap muka dalam dua sesi. Sesi pertama, berlangsung pada pukul 09.30-11.30 WIB, diawali dengan tilawah surah Al-Isra ayat 1-10 oleh perwakilan peserta. Selanjutnya, Ustadz Salman Al-Farisy menyampaikan materi dengan tema “We are (also) Palestinian” yang menekankan keterkaitan isu Palestina dalam dimensi akidah, sejarah, dan tanggung jawab umat islam. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri. Usai sesi diskusi, rangkaian acara dilanjutkan dengan serah terima simbolik antara KNRP dan Sekolah Alam Indonesia, sebelum ditutup oleh MC.
Sesi kedua, dilaksanakan pada pukul 13.15-15.00 WIB dan kembali diawali dengan tilawah surat Al-Isra ayat 1-10 oleh perwakilan peserta. Pada sesi ini, Ustadz Wadil Muqoddas menyampaikan update kepalestinaan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi dengan tema yang sama, “We are (also) Palestinian oleh Ustadz Gigih Ginanjar”.
Rangkaian sesi kedua dimeriahkan dengan games interaktif yang dipandu oleh Rafa sebelum dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif antara pemateri dan peserta. Setelah sesi diskusi, rangkaian acara dilanjutkan dengan serah terima simbolik antara KNRP dan Sekolah Alam Indonesia, serta penutupan oleh MC.
Melalui kegiatan ini, KNRP berharap dapat terus bersinergi dengan lembaga-lembaga pendidikan dalam menyuarakan isu Palestina. Edukasi Palestina diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi bagian dari nilai-nilai pendidikan dan dakwah yang ditanamkan oleh para guru kepada para murid, sebagai generasi penerus perjuangan umat. (rj/knrp)
