Baby cold QNN
Berita Palestina

Seorang Bayi Meninggal Kedinginan Saat Badai Hancurkan Kamp-kamp Pengungsi di Gaza

Sumber medis melaporkan pada hari Kamis bahwa seorang bayi perempuan berusia sembilan bulan, Rahaf Abu Jazar, meninggal karena kedinginan ekstrem di kamp-kamp pengungsi Khan Yunis, di Gaza selatan (11/12).

Menurut juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, ribuan tenda yang menampung pengungsi Palestina terendam banjir, robek, atau tertiup angin semalaman saat badai musim dingin yang parah melanda wilayah tersebut.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan tubuh bayi tersebut membeku karena kedinginan, yang memicu kembali seruan untuk melindungi penduduk pengungsi Gaza di tengah kondisi cuaca yang berbahaya.

Badan Pertahanan Sipil mengatakan telah menerima lebih dari 2.500 panggilan darurat selama 24 jam, menggarisbawahi bahwa tenda-tenda darurat tidak memberikan perlindungan dari badai dan memperingatkan bahwa tindakan internasional yang mendesak diperlukan.

Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan kesulitan yang dihadapi penduduk Gaza dapat dikurangi secara signifikan jika bantuan kemanusiaan diizinkan masuk secara bebas, memungkinkan keluarga untuk melewati musim dingin dengan keamanan dan martabat dasar.

Badan tersebut mencatat bahwa hujan lebat, jalanan yang banjir, dan tenda-tenda yang basah kuyup memperburuk kondisi hidup yang sudah mengerikan sekaligus meningkatkan risiko kesehatan. Mereka memperingatkan bahwa cuaca dingin ekstrem, kepadatan penduduk, dan kurangnya sanitasi meningkatkan penyakit dan infeksi.

UNRWA menekankan bahwa masuknya pasokan medis, bahan-bahan untuk tempat tinggal, dan bantuan penting lainnya tanpa batasan akan mengurangi penderitaan dan membantu keluarga melewati bulan-bulan musim dingin. (is/knrp)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.