Setelah Serang Besar-Besaran, IDF Mundur dari Qabatiya
Pasukan penjajah israel mundur pada hari Ahad dari kota Qabatiya, selatan Jenin, setelah operasi militer selama dua hari yang diluncurkan menyusul serangan penabrakan dan penusukan ganda di Beit She’an yang menewaskan dua warga israel.
Menurut Al-Jazeera, lebih dari 40 kendaraan militer israel, disertai dengan buldoser, mundur menuju pos pemeriksaan di sekitar Jenin, mengakhiri operasi yang ditandai dengan penggerebekan besar-besaran dan pembatasan pergerakan (28/12).
Selama operasi tersebut, pasukan penjajah israel menutup Qabatiya sepenuhnya, memberlakukan pengepungan ketat dan jam malam yang mencegah penduduk memasuki atau meninggalkan kota. Rumah-rumah digerebek, penduduk diserang dan ditahan, dan beberapa rumah, serta sebuah sekolah setempat diubah menjadi pos militer.
Walikota Qabatiya mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa kota itu telah sepenuhnya terisolasi dari sekitarnya di tengah kampanye penggerebekan dan penggeledahan rumah yang luas.
Media israel mengutip Menteri Pertahanan israel Katz yang mengatakan bahwa tentara beroperasi secara agresif melawan apa yang ia sebut sebagai “benteng teroris” di Qabatiya, menekankan bahwa kampanye ofensif di Tepi Barat utara akan berlanjut tanpa kompromi. Ia mengkonfirmasi bahwa jam malam dan pengepungan penuh diberlakukan sebagai bagian dari operasi tersebut.
Kepala Staf Angkatan Darat israel, Herzi Halevi, juga mengadakan konsultasi keamanan, memerintahkan kelanjutan operasi ofensif dan pengejaran pejuang perlawanan Palestina di daerah Jenin.
Ia selanjutnya menginstruksikan pasukan penjajah untuk melanjutkan persiapan teknik untuk menghancurkan rumah warga Palestina yang dituduh melakukan operasi di dalam Garis Hijau Jumat lalu. (is/knrp)
