Warga Palestina Protes Palestina Dihapus Dari Peta
Gelombang protes melanda kamp-kamp pengungsian Palestina di Lebanon selama dua pekan terakhir. Aksi ini dipicu oleh kebijakan UNRWA (Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina) yang melakukan revisi pada kurikulum buku pelajaran geografi.
Para siswa dan orang tua mengecam penghapusan kata “Palestina” dari peta dan teks buku geografi. Istilah tersebut diganti dengan penyebutan spesifik wilayah, yaitu “Tepi Barat” (West Bank) dan “Jalur Gaza”.
Sebagai bentuk perlawanan simbolis, video yang beredar menunjukkan kerumunan massa di kamp Jalil, Ain al-Hilweh, dan Nahr al-Bared membakar buku-buku cetak yang telah direvisi tersebut di hadapan publik.
Demonstrasi tidak hanya terbatas pada pembakaran buku. Aksi ini juga melibatkan mogok sekolah massal, aksi duduk (sit-in), serta pawai besar yang melumpuhkan aktivitas pendidikan di beberapa wilayah kamp.
Bagi komunitas pengungsi Palestina di Lebanon, penghapusan kata “Palestina” dianggap sebagai upaya sistematis untuk mengikis identitas nasional dan hak sejarah mereka atas tanah air mereka. Mereka menilai perubahan kurikulum ini merupakan tekanan politik luar yang dipaksakan melalui lembaga PBB. (is/knrp)
