Info KNRP

KNRP Gandeng Bulan Sabit Hijau Jordania, Berikan Keceriaan kepada Pengungsi

AMMAN (31/12) – Setelah beberapa hari yang lalu Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Adara Relief International dan Pelajar Islam Indonesia (PII) berkunjung ke KBRI Jordania, pagi ini Selasa (31/12) Tim Relawan Kemanusiaan mengunjungi United Nation Relief and Works Agency (UNWRA) Amman Jordania, untuk bertukar informasi terkait pengungsi Palestina yang tersebar di wilayah Jordania.

Demikian disampaikan Koordinator Tim Relawan Kemanusiaan Azhar Suhaimi. Lebih lanjut Azhar mengatakan, tim relawan kemanusiaan diterima langsung Asisten Administrasi Kantor Informasi Publik UNRWA Dima Ismail, dalam penerimaan tersebut Dima, perempuan asal Gaza Palestina ini, sangat terkesan dengan peran Indonesia dalam masalah kemanusiaan di Palestina, “Dima menerima kami dengan hangat dan menyampaikan sukacitanya atas kehadiran kami (rakyat Indonesia -red) yang selalu memperhatikan masalah kemanusiaan di Palestina, dan dirinya ingin sekali berkunjung Indonesia,” jelasnya. Namun pertemuan tersebut cukup singkat, dan Dima berpesan untuk dapat berkomunikasi setelahnya, “Dima sangat membuka diri untuk mendapatkan informasi tentang pengungsi Palestina di sini, bisa lewat e-mail, telepon bahkan skype,” imbuh Azhar.

Sementara itu perwakilan Adara Relief International Latifah Hariri menyampaikan, selepas dari markas UNRWA, tim relawan kemanusiaan langsung menuju salah satu wilayah pengungsi yang ada di Jabal al-Husein untuk berkoordinasi dengan Bulan Sabit Hijau Jordania (The Green Crescent Society). “Kami melakukan koordinasi dengan Bulan Sabit Hijau agar pada saat acara penyerahan bantuan efektif dan tertib, dan kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar ibu yang memiliki tiga putra ini.

Besok Rabu (1/1) waktu setempat, tim relawan kemanusiaan mengagendakan acara bersama Bulan Sabit Hijau di sekitar Jabal al-Husein bersama anak-anak dan perempuan pengungsi Palestina, setelahnya tim relawan akan mengunjungi kamp pengungsi Palestina dan Suriah, “Tentunya dengan rencana awal, kami akan memberikan keceriaan kepada anak-anak, janda dan dhua’afa pengungsi di awal tahun ini serta dapat membahagiakan mereka, dan inilah bentuk kepedulian rakyat Indonesia atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina dan timur tengah,” pungkasnya semangat.