UNRWA Desak Penyelidikan Kematian Pengungsi Palestina Akibat Gas israel

New York – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), mengatakan pada hari Kamis (27/1/2022), seperti yang dilansir oleh laman situs aa.com.tr, Kamis (27/1/2022). meminta penyelidikan segera atas kematian seorang pengungsi Palestina di kamp pengungsi Qalandia, akibat masuknya gas air mata ke sebuah fasilitas UNRWA di Tepi Barat.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan badan tersebut, ucapan belasungkawa disampaikan atas kematian Fahmi Abdel Raouf Hamad, seorang pengungsi Palestina berusia 57 tahun. Pihaknya menegaskan, peristiwa ini merupakan kejahatan serius yang terjadi di kamp UNRWA.

Masih dalam pernyataan tersebut, Hamad sedang berkunjung ke pusat kesehatan UNRWA pada Senin, ketika pasukan penjajah israel menyerbu kamp. Pasukan penjajah israel terus menembakkan gas air mata dalam jumlah besar, selama lebih dari satu jam di sekitar pusat kesehatan, dan sekolah-sekolah.

Hamad meninggal dunia pada Senin malam, beberapa jam setelah ia menghirup gas yang ditembakkan penjajah israel. Sebelumnya Hamad mengeluhkan sesak nafas, kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan, sebelum akhirnya meninggal dunia. (fh/wm/knrp)

Pasukan israel Lukai 52 Orang Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat – Bulan Sabit Merah Palestina (PRC) melansir, bahwa...

Kejaksaan Palestina: Shireen Abu Akleh Sengaja Ditembak israel

Tepi Barat - Kejaksaan Palestina pada hari Kamis (26/5/2022) mengungkapkan...