Demi Mengusir Warga Palestina…Penjajah israel Hancurkan Ratusan Kali Desa Al-Araqib

Al-Quds – Otoritas penjajah israel pada Rabu (7/9/2022) menghancurkan kembali desa arab Al-Araqib, Negev, seperti yang dilansir oleh laman situs aa.com.tr, Rabu (7/9/2022). Penghancuran ini merupakan yang ke-206 secara berturut-turut oleh penjajah israel.

“Ini adalah yang ke 206 kalinya secara berturut-turut, penjajah israel menyerbu desa Al-Araqib dan menghancurkan rumah-rumahnya.” ujar Anggota Komite Lokal untuk Mempertahankan Al-Araqib, Aziz Al-Turi. “orang-orang Palestina akan membangun kembali desa mereka,” tegas Al-Turi.

Otoritas penjajah israel menghancurkan rumah-rumah desa untuk terakhir kalinya pada bulan lalu. Menurut kesaksian dari warga setempat ke koresponden Anadolu, rumah-rumah di desa Al-Araqib dibangun dari kayu, plastik dan timah, serta dihuni oleh 22 keluarga. Otoritas penjajah israel menghancurkan desa tersebut pertama kali pada bulan Juli 2020. Setelah Juli 2020, otoritas penjajah israel terus menghancurkan desa Al-Araqib, setiap dibangun kembali oleh warganya. Otoritas penjajah israel tidak mengakui desa Al-Araqib, namun penduduknya bersikeras untuk tetap berada di desa itu, meskipun dihancurkan berulang kali. Berdasarkan informasi dari organisasi Zochrot (organisasi yang terdiri dari aktivis yahudi dan arab) dan penulis nakhba Palestina tahun 1948, Desa Al-Araqib dibangun pertama kali di masa pemerintahan Turki Ustmani dan dibeli oleh warga Palestina. Otoritas penjajah israel berupaya mengusir warga desa Al-Araqib, agar dapat mengendalikan desa tersebut. Lembaga ini menambahkan, penjajah israel tidak mengetahui puluhan desa Palestina lainnya di Negev dan menolak memberikan pelayanannya ke desa-desa Palestina itu. (knrp/wm)

Penjajah israel Lanjutkan Tindakan Rasisnya ke Bangsa Palestina

Palestina – penjajah israel terus melanjutkan kebijakan rasis terhadap orang-orang...

Situs-Situs Islam di Tepi Barat Terancam Yahudisasi Penjajah israel

Tepi Barat – Warga Palestina di kota “Kifl Haris” di...

Leave your comment