Berita Palestina

Penyelidikan Terbaru Ungkap Abu Aqleh Sengaja Ditembak Penjajah israel

Palestina – Hasil penyelidikan bersama lembaga Forensic Architecture di Universitas London dan organisasi HAM Palestina Al-Haq membantah narasi penjajah israel terbaru, yang mengatakan adanya kemungkinan ketidaksengajaan seorang tentara penjajah israel menembak reporter aljzeera Shireen Abu Aqleh, seperti yang dilansir oleh laman situs Aljazeera.net¸ Selasa (20/9/2022). Kesimpulan hasil penyelidikan menunjukkan, adanya kesengajaan tentara penjajah israel untuk menembak dan membunuh reporter Shireen Abu Aqleh.

Penyelidikan tersebut mempelajari penargetan dari sudut pandang penembak jitu tentara penjajah israel dan membuktikan kemampuannya untuk membedakan wartawan di wilayah itu. Penyelidikan ini juga menyangkal adanya bentrokan di daerah para wartawan berada. Hasil penyelidikan ini menekankan tidak adanya ancaman apapun dari para wartawan. Hasil penyelidikan melaporkan, bahwa penembak jitu terus selama lebih dari 2 menit dan mengarahkan tembakannya ke siapapun yang berupaya memberikan pertolongan pertama kepada Abu Aqleh.

Pada 11 Mei 2022, Abu Aqleh dibunuh penembak jitu tentara penjajah israel saat meliput penyerbuan yang dilakukan penjajah israel ke wilayah Jenin, bagian utara Tepi Barat. Pada hari Selasa (20/9/2022), para pengacara internasional menyerahkan berkas pengaduan hukum resmi atas pembunuhan Abu Aqleh, ke kantor Kejaksaan Mahkamah Pidana Internasional di kota Den Haag, Belanda. Pengaduan ini mencakup penyelidikan-penyelidikan resmi, media, seluruh data dan kesaksian-kesaksian yang terekam terkait pembunuhan Shireen Abu Aqleh. Serikat Jurnalis Palestina mengatakan, meskipun adanya tekanan yang luar biasa yang diberikan oleh penjajah israel, penyerahan pengaduan secara lengkap terhadap penjajah israel telah diserahkan. Tekanan yang diberikan bertujuan untuk menghalangi proses penyerahan berkas dan pengumuman kasus tersebut. Tekanan yang diberiakan penjajah israel dan sekutunya, berupa penolakan beberapa tempat untuk mengadakan konferensi pers atau permintaan maaf terkait pembatalan dari pihak hotel yang telah diagendakan untuk diadakan konferensi pers. (knrp/wm)

Leave A Comment

Your Comment
All comments are held for moderation.